PEMUTARAN FILM DOKUMENTER DAN DISKUSI : “Pekerja Anak”
EPISENTRUM ULEE KARENG - Banda Aceh, Minggu, 25 Oktober 2009
Episentrum Ulee Kareng Banda Aceh bekerjasama dengan INDOC dalam program Screendoc! Regular 2009 pada Minggu 25 Oktober 2009 pukul 16.00 wib di Minima Theater Episentrum Ulee Kareng mengadakan pemutaran 4 film dokumenter dari Jerman, Polandia dan Indonesia, yang berkisah tentang pekerja anak di tiga negara tersebut sebagai contoh soal hak anak dan kerja. Kegiatan rutin ‘Screendoc! Regular 2009” ini akan berlangsung satu hari setiap bulan sampai bulan Januari 2010 dengan mengusung isu-isu menarik seperti sejarah, anak, sosial, musik dan lingkungan hidup.
Dalam aturan perburuhan, usia produktif di tetapkan antara 15 s/d 45 tahun. Dari aturan itulah kemudian muncul aturan yang menyebutkan; mereka yang berada di bawah 15 tahun, dikategorikan sebagai anak-anak yang belum layak masuk ke dunia kerja, sehingga munculah istilah pekerja anak-anak.
Sudah banyak kajian psikologis yang menjelaskan bahwa mempekerjakan anak berarti merampas hak-hak anak, serta serentetan penjelasan apakah itu hak-hak anak. Namun, ada kecenderungan, penjelasan diatas itu terlalu menggeneralisasikan persoalan. Lalu bagaimana dengan aspek-aspek kelokalan? sebab tidak semua aspek kemasyarakatan bisa ditilik secara universal. Itu sebabnya setiap komunitas lokal dari kesatuan hidup manusia--apalagi yang hidup di lingkungan geografis yang beda--memiliki keunikan cara pandang (world view) tentang anak, serta aturan interaksi dan pola hubungan antar individu yang berbeda pula. Begitupun Aceh.
Demikian dalam persoalan melihat pekerja anak ini, seringkali batasan usia kerja sangat samar-samar. Dalam komunitas petani, anak umur SD sudah dituntut oleh orang tua untuk berpartisipasi menegakan ekonomi keluarga di ladang. Belum lagi dalam ranah domestik, anak perempuan usia 6-7 tahun sudah harus bertanggung jawab merawat adik-adiknya yang lebih kecil, sementara yang laki-laki berkewajiban mencari kayu bakar, mengisi air atau mencari rumput untuk pakan ternak. Dari sana kami berharap film dokumenter kemudian menjadi cermin untuk mencari kemungkinan-kemungkinan baru dari proses kehidupan dan kemanusiaan kita.
Film yang diputar pada hari minggu kemarin adalah Tom W (Polandia), Joki Kecil (Indonesia), Wow! Vanessa-The Big Jump (Jerman) dan Di Atas Rel Mati (Indonsia). Yang semuanya berbicara masalah pekerja anak.
Setelah pemutaran film dokumenter tentang anak dan kerja tersebut, dilanjutkan dengan diskusi bersama Jehalim Bangun, direktur Yayasan Anak Bangsa (YAB) yang selama ini berkhidmat luas pada usaha-usaha memperjuangkan hak anak. Seputar masalah hak anak dan posisi mereka dalam dunia kerja untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka dan pada usia berapa mereka bisa dikatakan cukup dewasa untuk masuk dalam dunia kerja. Soal-soal pekerja/buruh anak kemudian akan coba diproyeksikan dalam konteks anak Aceh.
Screendoc! Regular 2009 akan berlangsung satu hari setiap satu bulan sampai Januari 2010 dengan tema-tema beragam seperti lingkungan hidup dan musik