Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto karangan : John Roosa
Jika ada bagian sejarah yang dicat kelabu di atas kelabu, inilah bagian itu. Orang-orang dan kejadian-kejadian tampak seperti kebalikan si Schlemil, seperti bayang-bayang yang kehilangan tubuh. Karl Marx, The Eighteenth Brumaire of Louis Bonaparte (1852)
Pada hari Selasa, tanggal 24 Juni 2008, pukul 20.00 – 22.00 akan dilaksanakan peluncuran dan bedah buku karangan John Roosa (Dosen Sejarah Universitas British Columbia, Kanada) yang berjudul Dalih Pembunuhan Massal ; Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto. Acara ini akan dilaksanakan di Dokarim State Building Kav 5, Jalan Lamreung Ulee Kareng, Banda Aceh. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.
Pembicara dalam acara peluncuran dan bedah buku ini yaitu Hilmar Farid (sejarawan di Institut Sejarah Sosial Indonesia), Mr. Todhax (Dokumentator di Komunitas Tikar Pandan) dan Ny. Sri Wahyuni (Ibu Rumah Tangga).
Azhari, Direktur Komunitas Tikar Pandan, mengatakan bahwa kami sengaja mengundang masyarakat awam untuk menjadi pembicara. Biar kita mengetahui sejarah tentang PKI yang ada di Aceh dulu. Dan bagaimana dampaknya pasca-terjadinya pembunuhan massal yang dilakukan pemerintah yang berkuasa terhadap hampir setengah juta anggota PKI, termasuk yang ada di Aceh. Setelah PKI melakukan aksi 30 September.
Buku yang hendak dibicarakan ini adalah studi terbaru tentang peristiwa Gerakan 30 September. Buku ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan judul Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’État in Indonesia ©2006 The University of Wisconsin Press, Madison, USA dan. Diterjemahkan oleh Hersri Setiawan ke dalam bahasa Indonesia.
Asvi Warman Adam, Peneliti Utama LIPI dalam ulasannya di Ruang Baca Edisi 49 Koran Tempo, mengatakan “ Buku ini menyederhanakan kerumitan misteri dengan metode ala detektif..Riset yang dilakukan John Roosa menggunakan arsip yang jarang diulas secara utuh selama ini..Dan Buku Dalih Pembunuhan Massal ; Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto telah berhasil menampilkan data baru (berbagai dokumen dari dalam dan luar negeri), metodologi baru (dengan mengikutsertakan sejarah lisan) dan perspektif baru (ini adalah aksi bukan gerakan, tetapi kemudian dijadikan dalih untuk peristiwa berikutnya yang lebih dahsyat)..Sejarah Indonesia kontemporer telah diperkaya dan bangsa kita patut berterima kasih atas terbitnya buku yang mencerahkan ini.”
Berikut sejumlah komentar atas buku yang didapuk sebagai tiga buku terbaik dalam bidang-bidang ilmu sosial dalam International Convention of Asian Scholars, Kuala Lumpur, 2007:
Ditulis dengan sangat baik dan mengasyikkan, inilah upaya ilmiah pertama dalam kurun waktu lebih dari dua dasawarsa untuk mengkaji secara serius bukti-bukti yang berkenaan dengan teka-teki paling penting dalam sejarah Indonesia, kudeta 30 September 1965.
Robert Cribb, Australian National University Tiga pencapaian mengagumkan yang diraih John Roosa adalah menyoroti bukti baru empat puluh tahun setelah peristiwa, memutar balikkan kesimpulan-kesimpulan yang sudah diterima umum, dan melakukan ini semua dalam gaya mencekam ala kisah detektif.
Gerry van Klinken, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde Buku John Roosa yang menggugah dan berdasar pada penelitian menyeluruh menyajikan bukti padu untuk mendukung interpretasi-interpretasi yang sebelumnya didasarkan hanya pada spekulasi. Buku ini merupakan sumbangan yang penting bagi kepustakaan tentang kudeta di Indonesia.
Harold Crouch, Review of Politics Ini merupakan bahan bacaan penting bagi pelajar sejarah modern Indonesia, dan bagi siapapun yang tertarik pada kekerasan politik, peran militer dalam politik, dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Geoffrey Robinson, University of California at Los Angeles Buku ini merupakan catatan paling detil dan dengan penelitian terbaik tentang kejadian-kejadian 1965 yang pernah ditulis. Siapa pun yang berniat memahami kejadian-kejadian yang masih menebar mendung di atas bumi Indonesia dan sedikit dipahami oleh sebagian besar masyarakat Indonesia akan memperoleh manfaat sangat besar dengan membaca buku kelas satu ini.
Carmel Budiardjo, Tapol Bulletin Sumbangan yang luar biasa berharga … ini merupakan masukan akademik pertama yang signifikan tentang masalah yang dibicarakan dalam jangka waktu tertentu, dan cukup memukau dibaca.
Vedi Hadiz, Pacific Affairs Catatan John Roosa tentang Gerakan 30 September merupakan karya detektif yang mengesankan … ia sudah barang tentu menyumbangkan penelitian yang terbaik sampai saat ini tentang siapa yang mengorganisasikan gerakan ini, mengapa gerakan tersebut gagal, dan bagaimana gerakan ini beranjak ke pembunuhan massal, yang diikuti dengan berpuluh-puluh tahun represi. Buku ini layak dibaca kalangan seluas-luasnya.
Olle Törnquist, International Review of Social History